Pengantar

Membangun bisnis yang berkelanjutan tidak hanya tergantung aspek kapasitas modal dan sumber daya manusia yang mumpuni yang dimiliki perusahaan. Namun, harus juga didukung oleh modal sosial yang lain, salah satunya konsep ESG (Environmental, Social, and Government) atau dikenal dengan konsep lingkungan, sosial dan tata kelola Lembaga.

ESG menjadi salah satu tren terkini yang dapat menunjang keberlanjutan perusahaan, sekaligus menjadi daya tarik bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya untuk menanamkan modal dan mendukung aktivitas bisnis perusahaan. Proyek-proyek yang yang ramah lingkungan, komunikasi dan pemberdayaan masyarakat yang kontinyu, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel dipercaya dapat mendorong profit dan keberlanjutan perusahaan.

Saat ini, ESG menjadi salah satu isu yang selalu diperhatikan dan dijadikan dasar bagi para investor untuk mendukung dan menanamkan modalnya di satu perusahaan atau bahkan suatu negara. Tak heran jika Environmental, Social and Good Governance (ESG) menjadi salah satu tren terkini dalam investasi. Setiap perusahaan yang memperhatikan faktor lingkungan, sosial dan juga tata kelola yang baik akan mendapatkan nilai lebih dan keberlanjutan usaha yang menguntungkan.


Tujuan

  1. Meningkatkan pengetahuan perusahaan mengenai konsep ESG;
  2. Kerangka yang dapat digunakan perusahaan dalam menarik investor.

Materi

  • Kerangka Kerja Environmental, Social and Governance (ESG);
  • Peran ESG Dalam mitigasi resiko perusahaan;

Narasumber

  • Iman Prihandono, S.H, LLM
  • Ifdhal Kasim, S.H

Waktu

Rabu, 9 Juni 2021

09.00 – 12.00


Biaya dan Fasilitas

Rp1.500.000 (gunakan kupon diskon esg untuk potongan biaya 20% bagi 5 pendaftar pertama)

Seluruh peserta akan mendapatkan materi dan Sertifikat Elektronik


Penyelenggara

BHR Institute bekerjasama dengan Airlangga Center for Legal Drafting and Professional Development Fakultas Hukum Universitas Airlangga


Tentang Narasumber

Dr. Iman Prihandono, S.H, LLM adalah Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya. Ia Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga (1998); Master of Laws dari Universitas Indonesia (2002) dan University of Sydney (2007); Doctor of Philosophy in Law dari Macquarie University, Australia (2013).

Penelitiannya berkontribusi pada bidang Hukum Internasional, dengan fokus pada Hukum Perusahaan Multinasional; Penyelesaian Sengketa Investor-Negara; Akses ke Pemulihan bagi Korban Pelanggaran Perusahaan; Litigasi Transnasional; dan Bisnis dan Hak Asasi Manusia. Fokus penelitiannya adalah masalah Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Indonesia, di mana ia telah melakukan penelitian hukum yang ekstensif.

Iman saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Iman adalah salah satu penulis The Responsibility of Multinational Corporations under International Human Rights Law (dalam bahasa Indonesia, Airlangga University Press, 2015). Penulis bersama T Lambooy, I Prihandono, N Barizah, Penanaman Modal Asing di Industri Pertambangan di Indonesia: Perselisihan Mengenai Kerusakan dan Polusi Lingkungan dalam “Menjembatani Kesenjangan antara Hukum Investasi Internasional dan Lingkungan” Levashova, Lambooy, dan Dekker (Eds) International Eleven Publishing, 2015. Ia telah menerbitkan berbagai jurnal peer-review: “Transnational Corporations and Human Rights Violations in Indonesia ‘(2013) 14 (1) Australian Journal of Asian Law; ‘Litigasi Sengketa Lingkungan Lintas Batas di Pengadilan Sipil Indonesia: Kasus Montara’ (2015) 5 (1) Peninjauan Hukum Indonesia; dan ‘Litigasi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya terhadap Perusahaan Transnasional di Pengadilan Indonesia’ (2017) 3 (3) Tinjauan Hukum Hasanuddin.

Iman telah diundang untuk bekerja dengan banyak organisasi internasional dan lokal, Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia (KOMNAS HAM) dengan fokus pada kerangka hukum bisnis dan hak asasi manusia serta peningkatan kapasitas. Ia memimpin penelitian tentang Policy Paper: “Walking the Talk: Promoting Accountable Business through Advancement of United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights Implementation in Indonesia” (2018), sebuah proyek yang didukung oleh The European Union, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan Oxfam. Iman mengajar di bidang hukum internasional publik, hukum hak asasi manusia internasional, dan hukum perbandingan. Dia adalah anggota dan koordinator kamar hak asasi manusia di Masyarakat Indonesia Dosen Hukum Internasional (ISILL); dan anggota Persatuan Dosen Hak Asasi Manusia Indonesia (SEPAHAM)

Ifdhal Kasim, S.H, memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia. Saat berkarir sebagai Advokat pada tahun 1991, ia meniti karir di bidang HAM dan menjadi Direktur Eksekutif di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM).

Kasim memiliki berbagai pendidikan profesi di bidang HAM, antara lain dari Colombia University, Ateneo University, New York University, dan Harvard Law School. Ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan hak asasi manusia di dalam dan luar negeri. Selama 2007 – 2012, Kasim terpilih menjadi Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia (Komnas HAM) di mana ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Advokat Indonesia periode 2015-2020 dan periode 2021-2026. Kasim sempat bekerja sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden periode 2016 – 2020.

Karya dan pengetahuannya tentang hak asasi manusia mendorongnya untuk terlibat dan menjadi salah satu pendiri BHR Institute pada November 2020.


Tentang Penyelenggara

Bussines & Human Rights Institute atau BHR Institute adalah Firma konsultan yang berfokus untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menghormati hak asasi manusia. Kami bekerja dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengimplementasikan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UNGP) serta kerangka kerja dan perangkat bisnis dan hak asasi manusia strategis lainnya. BHR Institute melakukan pendekatan unik dengan inovasi sosial untuk meningkatkan kinerja hak asasi manusia dalam operasi bisnis perusahaan.

Airlangga Center for Legal Drafting and Professional Development (ALC) adalah unit pelaksana di bawah Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang melaksanakan dan mengkoordinasikan layanan peracangan hukum dan pendidikan hukum berkelanjutan (continuing legal education). Kegiatan ini didukung oleh akademisi hukum yang kompeten di bidangnya untuk memberikan layanan dalam perancangan peraturan dan perancangan kontrak, sementara itu pendidikan hukum berkelanjutan dilaksanakan dalam format pelatihan yang menggabungkan pengetahuan dan keterampilan di bidang hukum.


Daftar Sekarang